Jumat, 14 Juni 2013

Akibat Terlalu memikirkan partainya

Dengan waktu yg akan mendakati pemilu semua orang2 pemerintahan memikirkan bagai mana memenangkan banyak suara di pemilu 2014,bukan mengurus kerjaan yg sekarang ini mereka tempati baik di tingkat desa sampai pemimpin nya sibuk mengurus partai,jadi semua meng atas namakan rakyat dengan kalimat "kasihan rakyat kecil"semua sudah tahu bahwa rakyat bisa menilai sekarang mana partai dan calon pemimpin mereka,klo kiya lihat di tv atau surat media mereka saling caci saling maki merasa partai dan kader mereka paling bagus dan bersih itu bohong semua,dengan dalil anti korupsi padahal kadernya sendiri yg melakukan korupsi,coba jika berani akui itu partai dan kadernya yg telah melakukan korupsi apakah berani mengatakan itu???silahkan naikan bbm tapi dengan satu syarat"j7ka akan ada nya BLSM umumkan yg menerima nya dan tempel di pengumuman desa,jadi semua tau siapa yg telah mendapatkan BLSM,dan bila ada salah sasaran haru di pertanggung jawabkan oleh pemimpin negeri ini yaitu president,tapi sekarang apa yg terjadi bukan ngurus negara dgn melihat semua substansi hukum dan caranya apakah sudah sesuai rule???ingat korupsi akan selalu ada,karena dari ditetapkannya lolols sebagai caleg para caleg dari daerah hingga pusat itu sibuk mulai yebar pesona dgn iming2 uang,coba bayangkan seorang caleg bisa mengeluarkan uang brp banyak agar bisa duduk dikursi legeslatif atau exekutif,dan bagai mana setelah mereka jadi anggota dewan atau exekutive?? Malah memikirkan bagai mana uang masa kompanye bisa kembali,,,?jadi mau tidak mau pasti membuat kesepakatan apa saja yg menghasilkan uang

Yo mas bro kita jaga orang2 golongan munafik yg mengatas namakan  rakyat dan yg lainnya

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sobat telah berkunjung ke blog ini, mohon agar di perhatikan beberapa point di bawah ini sebelum berkomentar.

1. Berkomentarlah sesuai dengan topik pembahasan postingan.
2. Berkomentarlah dengan bijak dan jangan menggunakan kata2 kasar.
3. Komentar mengandung spam akan di hapus tanpa pemberitahuan.
4. Jangan mencantumkan link hidup pada kolom komentar.
5. Gunakan nama walaupun tidak memiliki website, jangan menggunakan anonymous.
6. Klik subscribe untuk mengetahui balasan komentar.

Terimakasih.

Salam,
D-Boer

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More